Langsung ke konten utama

Tanaman Obat

POHON JOHAR SEBAGAI TANAMAN OBAT








OLEH 

FIRDAUSTIAN AKA HEKU 







PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS PERTANIAN 

UNIVERSITAS NUSA CENDANA 

KUPANG

2022





 


POHON JOHAR

(Senna siamea (Lamk.) Irwin et Barneby)


Suku : Fabaceae


a. Nama Sinonim 

Cassia siamea Lamk., Cassia florida Vahl, Senna sumatrana Roxb


b. Nama lokal

Juwar (Betawi, Jawa, Sunda), johor (Melayu.), bujuk atau dulang (sumatra)


c. Nama asing

Bombay blackwood, iron wood, kassod tree, yellow cassia (Eng.) ; casse de Siam (Siam atau Thailand). 


d. Nama simplisia

    Cassiae siameae Folium ; Daun Johar


Uraian Tumbuhan 

Johar merupakan jenis asli Asia tenggara yang tersebar mulai dari Indonesia hingga Srilanka. Jenis ini telah diintroduksi ke India barat, Amerika Tengah, Florida, Afrika barat dan timur serta Afrika selatan. Pohon tahunan, tinggi 10-20 m (ukuran sedang), selalu hijau, percabangan melebar membentuk tajuk yang padat/rapat dan membulat.

Akar Tunggang, coklat kehitaman, batang bulat, tegak lurus dan pendek, berkayu, kulit kasar, bercabang, putih kotor. Daun majemuk, menyirip genap, 10-35 cm panjangnya ;  dengan tangkai bulat torak sepanjang 1,5-3,5 cm yang beralur dangkal di tengahnya; poros daun tanpa kelenjar; daun penumpu meruncing kecil,  anak daun 4-16 pasang, bulat panjang, ujung dan pangkal membulat atau menumpul, tepi rata, panjang 3- 7,5 cm, lebar 1-2,5 cm, pertulangan menyirip.

Bunga Majemuk, di ujung batang, kelopak terbagi lima, berwarna hijau kekuningan, benang sari ± 1 cm, tangkai sari kuning, kepala sari coklat, putik hijau kekuningan, daun pelindung cepat rontok, kuning, mahkota lepas, Bunga terkumpul dalam malai di ujung ranting, panjang 15-60 cm, berisi 10-60 kuntum yang terbagi lagi ke dalam beberapa tangkai (cabang) malai rata. Kelopak 5 buah, oval membundar, 4-9 mm, tebal dan berambut halus. Mahkota bunga berwarna kuning cerah, 5 helai, gundul, bundar telur terbalik, bendera dengan kuku sepanjang 1-2 mm. Benangsari 10, yang terpanjang 1 cm; kurang lebih sama panjang dengan bakal buah dan tangkai putiknya. 

Buah Polong, pipih, berbelah dua, panjang 15-20 cm, lebar ± 1,5 cm, masih muda hijau setelah tua hitam. Buah polong memipih, 15-30 cm × 12-16 mm, berbiji 20-30, dengan tepi yang menebal, pada akhirnya memecah. Biji bundar telur pipih, 6.58 mm× 6 mm, coklat terang mengkilap. Biji bulat telur seperti kacang, berwarna coklat kehijauan, panjang 8-15 mm. Terdapat 35,000- 45,000 benih/kg.

Tanaman ini dapat tumbuh dalam bentang iklim yang lebar, tetapi tumbuh lebih baik di dataran rendah, dengan curah hujan rendah sampai tinggi (optimum sekitar 1000 mm), suhu rata-rata 20-31°C, dengan musim kering 4-8 bulan. Tanaman ini tidak tumbuh pada ketinggian di atas 1300 m, serta tidak tahan suhu di bawah 10°C. Johar menghendaki tanah lembab, drainase baik, subur, dengan pH 5.5-7.5. Jenis ini dapat tumbuh pada lahan kritis, tidak subur tapi jenis ini tidak dapat memperbaiki nitrogen. Perakaran dangkal sehingga mudah runtuh bila ada angin besar. 


Sifat dan khasiat 

Denaturasi protein menyebabkan fungsi membran sel terganggu yang mengakibatkan meningkatnya permeabilitas membran sel sehingga terjadi kerusakan sel jamur. 

Ekstrak daun Johar memiliki sifat sebagai anti malaria, antioksidan anti diabetes. Salah satu penelitian melaporkan dalam ekstrak etanol dari daun Johar terkandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan fenol, antrakuinon, antosianin, dan glikosida jantung. Daun johar telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara turun temurun untuk mengobati penyakit kulit. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur sering menyerang masyarakat, dikarenakan Indonesia termasuk negara beriklim tropis dengan udara lembab, sanitasi yang kurang, lingkungan yang padat dan tingkat sosial-ekonomi yang rendah menyebabkan infeksi jamur meningkat secara pesat di Indonesia.

Biji johar dapat melawan parasit atau cacing yang dapat menyebabkan infeksi pada usus atau sering dikenal dengan penyakit cacingan. Selain itu, biji dan akar johar juga dapat digunakan untuk mengeluarkan racun atau bisa dari gigitan ular serta kalajengking.

Kandungan antrakuinon dan alkaloid dalam daun, kulit batang, serta bunga dari tanaman johar mampu membunuh parasit plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Ini berarti bunga, daun, serta kulit batang dari johar dapat digunakan untuk mengatasi penyakit malaria.


Kandungan Kimia

Beberapa kandungan senyawa aktif nutrisi lainnya yang terdapat dalam tanaman johar selain yang tertera pada tabel adalah sebagai berikut:

Daun mengandung senyawa antrakuinon, polifenol, glikosida, kromon, anhidrobarakol, barakol, cassiarin A dan B, serta vitamin A hingga C.

Kulit batang mengandung senyawa antrakuinon, polifenol, glikosida, kromon, dan fenol.

Akar mengandung senyawa Chrysophanol, emodin, dan biantrakuinon.

Bunga mengandung cassiarin C hingga F, cassiadinine, fenol, alkaloid, barakol, dan flavonoid.

Biji mengandung kolesterol, stigmasterol, beta – sitosterol, asam palmitat, asam oleat, asam stearat, asam linoleat, mineral, dan asam amino.

Hampir semua bagian dari tanaman johar baik daun, bunga, kulit batang, akar, atau biji memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan:

Daun johar mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan tubuh, antara lain protein (4,01%), serat (12,36%), lemak (12,02%), kandungan air (46,01%), kandungan abu (12,93%) dan karbohidrat (7,67%). Selain adanya kandungan nutrisi dalam daun johar, juga ditemukan adanya kandungan mineral antara lain besi (Fe),magnesium (Mg), mangan (Mn), kalium (K), kalsium (Ca),natrium (Na), tembaga (Cu), timbal (Pb) dan fosfor (P) (Smith, 2009). Menurut Veerachari (2012), hasil penapisan fitokimia pada serbuk dan ekstrak etanol daun johar mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon dan steroid. 


Bagian yang Digunakan

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah akar, kulit batang, daun, bunga dan biji. 


Indikasi 

Akar digunakan untuk pengobatan :

Menurunkan kadar gula darah

Menurunkan tekanan darah yang tinggi secara signifikan.


Kulit batang digunakan untuk pengobatan :

Mengatasi penyakit malaria.

Mengobati demam.


Daun digunakan untuk pengobatan :

Mengatasi wasir atau sembelit

Meredakan nyeri dan radang

Berperan sebagai anti bakteri dan anti jamur

Mengatasi infeksi dan gangguan kulit

Mengatasi anemia dan gangguan pernapasan


Biji digunakan untuk pengobatan :

Mengatasi penyakit cacingan 

Mengatasi racun dari gigitan binatang


Cara pemakaian 

Untuk obat yang di minum, pilih bagian tanaman yang dinginkan lalu dicuci bersih. Setelah itu rebus dengan 1 liter air hingga mendidih atau selama 20 menit. Berikutnya air rebusan disaring. Air rebusan yang telah disaring dapat diminum langsung atau dapat juga dicampur dengan madu sebelum diminum. 


Efek farmakologis dan hasil penelitian

Sulim Hanggoro (1991) dari ugm daun johar dapat mengobati penyakit diabetes melitus,mengontrol kadar glukosa darah sebesar 15.06% terhadap kontrol negatif. 


Contoh pemakaian 

Siapkan daun johar kira-kira 1 – 2 genggam

Cuci bersih daun johar tersebut

Rebus daun johar hingga mendidih, bersama dengan kira-kira 200 – 25- ml air

Minum air hasil rebusan dari daun johar tersebut secara rutin 2 kali dalam sehari.


Catatan

Minum rebusan daun Johar sebanyak dua kali sehari (200 ml). Minum terus selama tujuh hari. Setelah tujuh hari, frekuensi harus dikurangi menjadi satu kali sehari (cukup 100 ml saja).




DAFTAR ISTILAH


Akar Tunggang :Akar tunggang adalah akar yang besar, sentral, dan dominan dari mana akar lain bertunas secara lateral.

Infeksi : Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang menyerang jaringan.

Introduksi : perbuatan memperkenalkan atau melancarkan untuk pertama kali

Kolesterol : senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi pada organ hati dan sebagian lainnya didapatkan dari makanan.

Parasit : organisme yang hidup pada atau di dalam makhluk hidup lain (disebut    inang) dengan menyerap nutrisi, tanpa memberi bantuan atau manfaat lain padanya.

Tajuk : cabang dan dedaunan sebuah pohon ; bagian pohon dibatang




















DAFTAR PUSTAKA

Fitriyani, A. (2018). Variasi Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Johar (Cassia Siamealamk) Terhadap Pertumbuhan Microsporum Gypseum Secara In Vitro (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Semarang).


Indriyani, T., & Wulandari, Y. (2015). Ibm Pengolahan Daun Johar. In Seminar Nasional Sains Dn Teknologi Terapan (Vol. 3, Pp. 361-368).


Pahrudin, A. (2020). Leksikon Tumbuhan Obat Pada Bidang Etnomedisin Masyarakat Sasak: Kajian Linguistikantropologis (Doctoral Dissertation, Universitas Mataram).


Pine, A. T. D., Azis, A., & Darmawan, I. R. (2018). Potensi Krim Ekstrak Daun Johar (Cassia Siame) Menghambat Pertumbuhan Candida Albicans. Ad-Dawaa'journal Of Pharmaceutical Sciences, 1(1).


Widiyastuti, Y., Subositi, D., & Ekasari, W. (2017). Pengembangan Johar (Senna Siamea) Sebagai Obat Baru Malaria.(Laporan Penelitian).




Komentar

Posting Komentar